Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kelestarian Lingkungan dalam Pembangunan Rusun IKN oleh Kementerian PUPR

Kelestarian Lingkungan dalam Pembangunan Rusun IKN oleh Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Perumahan, telah menegaskan komitmennya dalam memastikan bahwa pembangunan rumah susun (rusun) di Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. Inisiatif ini adalah langkah konkret untuk menciptakan lingkungan hunian yang nyaman bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan petugas Pertahanan dan Keamanan (Hankam) tanpa mengorbankan alam sekitar.

Salah satu aspek penting dalam upaya ini adalah pengurangan penebangan pohon. Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, telah menegaskan komitmen untuk meminimalisir penebangan pohon selama proses pembangunan. Ia menjelaskan, "Kami ingin pembangunan rusun IKN tetap menjaga kelestarian lingkungan yang ada." Langkah ini mencakup desain rusun dengan konsep bangunan hijau, yang memprioritaskan pelestarian alam.

Selain itu, proses cut and fill dalam pembangunan rusun juga dilakukan dengan memperhatikan kontur tanah serta meminimalkan penebangan pohon yang ada di lokasi pembangunan. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan lingkungan alam, tetapi juga untuk menjaga harmoni antara pembangunan dan alam sekitarnya. Penebangan pohon juga diimbangi dengan penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang, sehingga dampak negatifnya dapat diminimalkan.

Rusun yang dibangun di IKN terdiri dari 47 tower, masing-masing memiliki tinggi 12 lantai, dan total 2.829 unit hunian. Setiap unit hunian rusun memiliki tipe 98 m2, dengan dua lantai pertama digunakan untuk podium, fasilitas umum, dan fasilitas sosial, sementara 10 lantai di atasnya disediakan untuk hunian. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung kebutuhan perumahan ASN dan petugas Hankam.

Iwan Suprijanto juga mengekspresikan harapannya terhadap dukungan dari berbagai pihak agar proses pembangunan rusun ini berjalan dengan lancar di lapangan, sehingga rusun-rusun ini dapat segera dihuni. Upaya ini tidak hanya menciptakan hunian yang nyaman bagi ASN dan petugas Hankam, tetapi juga berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, menjalankan prinsip-prinsip desain bangunan hijau, dan memastikan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah prioritas utama.

PUPR, melalui Direktorat Jenderal Perumahan, telah memberikan contoh positif dalam upaya melestarikan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan perumahan yang mendesak. Semoga inisiatif ini akan menginspirasi sektor pembangunan lainnya untuk menjadikan kelestarian lingkungan sebagai salah satu pilar utama dalam setiap proyeknya.